Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 20 Desember 2015

10 Besar Tanda-Tanda Kiamat Kubro



1. Dukhan (asap)
2. Dajjal
3. Binatang Melata
4. Matahari Terbit Dari Barat
5. Turunnya Nabi Isa
6. Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj
7. Gempa bumi di Timur.
8. Gempa bumi di Barat.
9. Gempa bumi di Semenanjung Arab.
10. Api Besar Keluar Dari Yaman

Kali ini saya akan membahas tentang Tanda-Tanda Kiamat Kubro
Dari Huzaifah bin Asid Al-Ghifari ra. berkata: "Telah datang kepada kami Rasulullah saw. dan kami pada waktu itu sedang berbincang-bincang. Lalu beliau bersabda: "Apa yang kamu perbincangkan?". Kami menjawab: "Kami sedang berbincang tentang hari kiamat". Lalu Nabi saw. bersabda: "Tidak akan terjadi hari kiamat sehingga kamu melihat sebelumnya sepuluh macam tanda-tandanya". Kemudian beliau menyebutkannya: "Asap, Dajjal, binatang, terbit matahari dari tempat tenggelamnya, turunnya Isa bin Maryam alaihissalam, Ya’juj dan Ma'juj, tiga kali gempa bumi, sekali di timur, sekali di barat dan yang ketiga di Semenanjung Arab yang akhir sekali adalah api yang keluar dari arah negeri Yaman yang akan menghalau manusia kepada Padang Mahsyar mereka".(H.R Muslim)

Dari Hadist diatas kita telah tahu tanda-tandanya, tapi saya akan memperjelas lagi



Hasil gambar untuk asap tanda kiamat~Keluarnya Dukhan (Asap)
yang akan keluar keseluruh dunia dan mengakibatkan penyakit seperti selsema di kalangan orang-orang yang beriman dan akan mematikan semua orang kafir.

Menurut Al-Qur'an
Salah satu dalil dari al-Qur’an maka Allah SWT berfirman, “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih. (Mereka berdoa), ‘Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami adzab itu. Sesungguhnya kami akan beriman’. Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan, kemudian mereka berpaling daripadanya dan berkata, ‘Dia adalah seorang yang menerima ajaran (dari orang lain) lagi pula seorang yang gila. Sesungguhnya (kalau) kami akan melenyapkan siksaan itu agak sedikit sesungguhnya kamu kamu akan kembali (ingkar). (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan.” (QS. Ad-Dukhan: 10-16).
Menurut Hadist
Adapun hadist riwayat Muslim dan lainnya dari hadits Hudzaefah bin Usaid Al-Ghifari berkata, “Rasulullah saw melewati kami, sementara kami sedang berbincang-bincang. Beliau bertanya, ‘Apa yang kalian perbincangkan?’ Kami menjawab, ‘Kiamat’. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya ia tidak akan datang sehingga kalian melihat sepuluh tanda sebelumnya’. Lalu beliau menyebutkan dukhan (kabut), Dajjal, binatang bumi, terbitnya matahari dari arah barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga pembenaman: pembenaman di timur, pembenaman di barat dan pembenaman di jazirah Arab, dan yang terakhir adalah api yang menggiring manusia ke Mahsyar mereka.” (HR. Muslim no. 2901, Abu Dawud no.4311 dan at-Tirmidzi no. 2184).
Menurut Ijma'
Mengenai ijma’ maka umat Islam telah bersepakat bahwa dukhan adalah salah satu tanda Kiamat. Akan tetapi mereka berselisih pendapat tentang bentuk kabut ini. Apakah tanda ini telah terjadi dan berlalu atau ia belum terjadi?
Pendapat yang rajih adalah yang menyatakan bahwa dukhan ini adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang dikirim kepada hamba-hamba-Nya dan ia belum tiba. Ini adalah pendapat Ali bin Abu Thalib, Abu Said al-Khudri, Ibnu Abbas dan jumhur Salaf seperti Hasan al-Bashri dan lain-lainnya.
Ibnu Katsir mendukung pendapat dengan berdalil kepada zhahir hadits, “Kiamat tidak datang sehingga kalian melihat sepuluh tanda, salah satunya adalah dukhan.” Dan kepada hadits dalam ash-Shahihain tentang sabda Nabi saw kepada Ibnu Shayyad, “Sesungguhnya aku menyembunyikan untukmu sesuatu.” Ibnu Shayyad menjawab, “Yaitu dukh.” Nabi saw bersabda, “Duduklah dalam keadaan terhina karena kamu tidak akan melebihi kadarmu.” Dan yang disembunyikan oleh Nabi saw adalah ayat ad-Dukhan, “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata.” Hadits ini menunjukkan bahwa dukhan ini belum muncul, ia masih ditunggu.
Ali bin Abu Thalib, “Tanda dukhan ini belum terjadi, ia menyerang seorang mukmin seperti bentuk influensa dan menggelembungkan orang kafir sehingga dia binasa.”
Ibnu Jarir dan Ibnu Hatim meriwayatkan dari Abdullah bin Abu Mulaikah berkata, “Suatu hari saya menemui Ibnu Abbas dia berkata, ‘Malam ini aku tidak bisa tidur sampai pagi’. Saya bertanya, ‘Mengapa?’ Dia menjawab, ‘Saya mendengar orang-orang berkata bahwa bintang berekor telah muncul. Saya khawatir dukhan telah muncul, maka saya tidak bisa tidur sampai pagi.”
Ibnu Katsir berkata, “Ini adalah sanad yang shahih dari Ibnu Abbas Habrul Ummah dan Turjuman al-Qur’an. Dan begitulah pendapat sahabat-sahabat dan tabiin-tabiin yang sesuai dengan pendapatnya sesuai dengan hadits-hadits yang marfu’ baik yang shahih maupun hasan atau lainnya yang mereka sebutkan, semua itu mengandung isyarat yang yakin dan jelas bahwa dukhan adalah salah satu ayat yang masih ditunggu, di samping itu ia secara zhahir disinggung oleh Al-Qur’an.”
Firman Allah Tabaraka Wa Taala, “Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata.” Yakni jelas dan terang dilihat oleh siapa pun. Dan tidak seperti yang ditafsirkan oleh Ibnu Mas’ud, karena ia adalah hayalan yang dilihat oleh mata mereka, karena kelaparan yang sangat.
Begitu pula firman-Nya, “Yang meliputi manusia,” Yakni menutupi mereka dan membuat mereka tidak melihat, jika dukhan hanyalah hayalan yang khusus bagi penduduk Makkah yang musyrik, tentunya tidak dikatakan, “Meliputi manusia.”
Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim berkata, “Sabdanya saw tentang tanda-tanda Kiamat, ‘Kiamat tidak datang sehingga sebelumnya kalian melihat sepuluh tanda, di antaranya dukhan dan Dajjal.” Hadits ini mendukung pendapat yang mengatakan bahwa dukhan adalah dukhan yang menyerang nafas orang-orang kafir dan menyerang orang mukmin dalam bentuk influensa dan bahwa ia belum tiba, ia akan terjadi menjelang hari Kiamat. Dan telah dijelaskan dalam kitab Bad’ul Khalqi ucapan orang yang mengatakan ini dan pengingkaran Ibnu Mas’ud kepadanya, di mana Ibnu Mas’ud menyatakan bahwa itu adalah ibarat kekeringan yang menimpa Quraisy sehingga mereka melihat di langit seperti ada kabut. Pendapat Ibnu Mas’ud ini diikuti oleh beberapa kalangan. Sementara pendapat yang lain dinyatakan oleh Hudzaefah, Ibnu Umar dan Hasan. Dan Hudzaefah meriwayatkan dari Nabi saw bahwa dukhan ini berlangsung selama 40 hari. Dan bisa jadi itu adalah dua Dukhan untuk menggabungkan antara atsar-atsar yang ada.”


~Munculnya Dajjal
yang akan membawa fitnah besar yang akan meragut keimanan, hinggakan ramai orang yang akan terpedaya dengan seruannya.

Etimologi

Lafazh ad-Dajjal diambil dari perkataan orang Arab (دَجَلَ الْبَعِيْرَ), maknanya adalah dicat dengan tertutupi dan menutupi dengannya, Makna asal dari kata (الدَّجَلُ) ad-Dajalu adalah mencampuradukkan, dikatakan “دَجَلَ إِذَا لَبِسَ وَمَوَّهَ” maknanya adalah merancukan dan mengaduk-aduk.
Jadi, Dajjal adalah orang yang merancukan, pendusta dan yang diberikan sesuatu yang luar biasa. Kata tersebut termasuk bentuk mubaalaghah (melebihkan) dengan wazan(فَعَّالٌ), jadi maknanya adalah banyaknya kebohongan juga kerancuan darinya. Bentuk jamaknya (دَجَّالُوْنَ), sementara Imam Malik menjamakkannya dengan kata (دَجَاجَلَةُ), dan termasuk jama’ taksir.

Genealogi

Kemudian kata Dajjal menjadi kosa kata Arab yang lazim digunakan untuk istilah "nabi palsu". Namun istilah Ad-Dajjal, merujuk pada sosok "Penyamar" atau "Pembohong" yang muncul menjelang kiamat. Istilahnya adalah Al-Masih Ad-Dajjal (Bahasa Arab untuk "Al Masih Palsu") adalah terjemahan dari istilah Syria Meshiha Deghala yang telah menjadi kosa kata umum dari Timur Tengah selama lebih dari 400 tahun sebelum Al-Quran diturunkan. Penjelasan ini telah disampaikan oleh Muhammad tentang akan adanya kedatangan Dajal dan para nabi sebelum Muhammad telah mengingatkan kepada kaumnya akan kedatangannya
keyakinan para Salafus shalih adalah seorang anak Adam, ia bukan dari golongan jin. Dua ulama kontemporer berkata bahwa Dajal adalah bani Adam, dia butuh makan, minum dan lainnya, oleh karena itu ia akan dan bisa dibunuh oleh Nabi Isa. Keluarga Dajjal, ayah, ibu, kakek dan nenek moyangnya adalah penyembah berhala. Mereka keturunan Yahudza, yang telah menikah selama 30 tahun tetapi belum dikaruniai seorang anak. Dajal dikisahkan tidak memiliki keturunan atau mandul.Ia dilahirkan di negeri Samirah, sebuah negeri kecil di Palestina, yang kemudian hari menjadi kota besar pada masa Nabi Daud dan setelahnya.
Ada pula yang mengatakan Samiri adalah Dajjal, tapi siapakah Samiri itu? Dalam surah Thaahaa ada menyatakan kisah Nabi Musa dan kaumnya yang disesatkan oleh seorang lelaki misteri bernama Samiri semasa Nabi Musa pergi bermunajat kepada Allah swt di Gunung Sinai. Samiri digambarkan dalam al-Quran sebagai lelaki yang bertanggungjawab mengukir patung sapi emas untuk menjadi bahan sembahan kaum Bani Israil.  Patung sapi betina yang diukir oleh Samiri memiliki ‘kuasa’ ajaib sehingga mampu mengeluarkan kata-kata dan suara. Akibat tertarik dengan patung tersebut, hampir seluruh kaum bani Israil lupa terhadap pesanan Nabi Musa untuk kekal menyembah Allah yang Esa.
Gunung Sinai menjadi saksi kejahilan bani Israil
Kesesatan kaum Bani Israil bagaimanapun tidak mampu ditangani oleh adik kandung Nabi Musa iaitu Nabi Harun. Diriwayatkan, sebelum Nabi Musa pergi ke Bukit Sina untuk bermunajat kepada Allah swt, Nabi Harun telah diamanahkan oleh Nabi Musa untuk membimbing kaumnya. Namun kedegilan kaum yang paling banyak diceritakan dalam al-Quran ini tidak mampu dinasihati oleh Nabi Allah Harun. Bahkan, Harun as diherdik dan dicerca oleh kaumnya sendiri. Bergitulah hebatnya tipu helah Samiri yang mampu memperok-perandakan keimanan kaum Bani Israil. Maka, siapakah Samiri ini?
Ayat al-Quran yang menyatakan Samiri
Dalam surah Thaahaa, ada merakamkan dialog dengan nada agak keras daripada Nabi Musa as terhadap lelaki kufur bernama Samiri. Digambarkan, Samiri adalah lelaki yang cukup berani dan pandai berkata-kata sehingga dialog antara mereka berdua tidak menampakkan sebarang kekakuan Samiri. Samiri melontarkan kata-katanya dengan cukup yakin dan obsesi terhadap ilmunya.
95. Berkata Musa: “Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) hai Samiri?”
96. Samiri menjawab: “Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya, maka aku ambil segenggam dari jejak rasullalu aku melemparkannya, dan demikianlah nafsuku membujukku.”
97. Berkata Musa: “Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: “Janganlah menyentuh (aku)”. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).
Surah Thaahaa ayat 95-97

Penjelasan Surah Thaahaa ayat 95-97
Ancaman Musa as
Dalam ayat 95, Nabi Musa telah bertanya kepada Samiri dengan nada yang keras dan bersifat mengancam.
Kemudian, pada ayat 96, ahli tafsir muktabar seperti Ibnu Kathir(1301-1373) dan Ath-Tabari (838–923) berpendapat bahawa Samiri telah mendedahkan rahsia ilmu sihirnya. Pada ayat ‘Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya’ , Ibnu Kathir dalam tafsir ulungnya telah memberi penjelasan bahawa Samiri telah melihat Jibrail as datang dengan kuda tunggangannya, Haizum untuk membinasakan Firaun sedangkan kaum Bani Israil tidak melihatnya.
Besar kemungkinan ia terjadi semasa Nabi Musa dan Bani Israil melarikan diri secara besar-besaran daripada bumi Mesir. Akibat kekalutan tersebut, kaum Bani Israil yang beribu-ribu orang tidak menyedari kehadiran Jibrail yang menyerupai manusia.
Terbina patung sapi betina daripada jejak kuda Jibrail as
Pada ayat “aku ambil segenggam dari jejak rasullalu aku melemparkannya”, Ibnu Kathir memberi penjelasan yang antara lain membawa maksud bahawa jejak rasul tersebut adalah jejak kuda tunggangan Jibrail as. Ia diterima secara umum oleh ahli-ahli tafsir lain selepas Ibnu Kathir.
Manakala, apa dimaksudkan dengan “segengam dari jejak rasul”  itu adalah Samiri telah mengambil segenggam tanah yang dipijak oleh kuda Jibrail as. Menurut ulama tafsir terkemuka, Mujahid, segenggam tanah bererti sepenuh tapak tangan dan genggaman itu dengan menggunakan ujung jari-jarinya. Samiri kemudian menggunakan ilmu sihirnya untuk membentuk sapi emas yang mampu mengeluarkan suara.
Samiri dilaknat oleh Allah swt
Dalam ayat 97, ada ayat yang berbunyi, “Janganlah menyentuh (aku)”. Menurut Ibnu Kathir, Samiri telah diusir daripada khalayak ramai sehingga beliau tidak mampu menyentuh orang lain dan orang lain pula tidak mampu menyentuhnya kerana kuatir akan menimbulkan kemudratan kepada kedua-dua pihak.
Besar kemungkinan Samiri telah dilaknat Allah swt dengan Allah swt telah menurunkan penyakit memberhaya kepadanya seperti penyakit kusta atau wabak yang berjangkit.  Menurut ulama tafsir lain seperti Ibnu Ishq dan Ath-Thabari, Samiri telah dihukum oleh Allah swt atas kekafirannya dengan seksaan di dunia dan di akhirat. Tambah mereka lagi, hukuman di akhirat pasti lebih dashyat dengan seksaan api neraka buat selama-lamanya.
Siapakah Samiri?
Penyusun kitab Siratu Rasulullah, Muhammad Ibnu Ishaq(704M-767M) meriwayatkan daripada Ibnu Abbas ra, beliau mengatakan, “ Samiri adalah seorang penduduk Bajarma dan dia berasal daripada kaum yang menyembah berhala. Dalam dirinya telah tertanam kecintaan kepada penyembahan terhadap patung dan berhala sapi. Samiri menampakkan dirinya adalah pengikut Musa as(Islam) di hadapan kaum Bani Israil namun hatinya bergelojak dengan kepercayaan nenek-moyangnya. Menurut Muhammad Ibnu Ishaq, Samiri adalah nama panggilan bagi seorang individu kufur bernama Musa bin Zhufar.”
Qatadah ibnu al-Nu’man, salah seorang sahabat besar Rasulullah saw daripada golongan Ansar telah berkata, “Samiri berasal daripada negeri Samir(Sumaria).”
Bagi ahli sejarah ketemporari, mereka berpendapat bahawa Samiri telah menyesatkan kaum Bani Israil dengan membina samaada patung Hathor atau Hapis. Kedua-dua patung tersebut adalah berhala sembahan masyarakat Mesir Purba.
Hathor adalah dewa perempuan yang menjadi sembahan turun temurun masyarakat Mesir Purba. Hathor digambarkan sebagai sapi betina dengan kepalanya dihiasi dengan cakera matahari.
Patung Hathor
Manakala Hapis adalah patung sembahan berupa lembu jantan yang menjadi alat sembahan masyarakat Mesir Purba di wilayah Memphis. Berhala Hapis telah pun disembah sejak Dinasti Kedua kerajaan Mesir Purba.
Patung Apis
Samiri adalah Dajjal?
Terdapat dakwaan mengatakan Samiri adalah dajjal yang datang untuk menyesatkan kaum Bani Israil. Pendapat ini pertama kali disuarakan oleh pengarang buku terkenal, Muhammad Isa Dawud. Identiti Samiri yang misteri dan dikatakan memiliki ilmu sihir yang tinggi membolehkan ia dikaitkan dengan al-Masih Dajjal. Sejauh mana kesahihan dakwaan tersebut tidak dapat dipastikan kerana samaada al-Quran atau hadis tidak terdapat satu pun yang mengatakan Samiri adalah Dajjal laknatullah.
Samiri versi kitab Taurat
Dalam kitab Taurat, Samiri yang dimaksudkan dalam al-Quran adalah nabi Harun sendiri. Dalam kitab tersebut, Bani Israil dikatakan meminta nabi Harun untuk ‘mencipta’ tuhan untuk mereka. Untuk memenuhi hasrat mereka, nabi Harun kemudian menyuruh bani Israil mengumpul subang emas untuk dileburkan menjadi sapi emas. Nabi Harun kemudian membina altar di hadapan sapi emas tersebut bagi tujuan penyembahan.
32:1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung   itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan   kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir–kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia
Genesis 32:1
Sepertimana kisah Samiri dalam al-Quran, nabi Harun telah dikatakan menyesatkan kaumnya sendiri dengan mengadakan pesta besar-besaran dihadapan sapi emas ajaib tersebut. Versi kitab Taurat ditolak bulat-bulat ajaran Islam. Ajaran Islam menolak versi tersebut kerana ia terang-terang menidakkan martabat seorang Rasul Allah.
Extra
Sejak turun-temurun, orang Islam mempercayai bahawa sebuah formasi batuan seperti lembu di Mesir adalah patung yang diukir oleh Samiri. Benarkah ia adalah patung yang diukir oleh Samiri?
Dalam al-Quran, Allah swt telah jelas memberitahu dalam surah Thaahaa ayat 97 bahawa Nabi Musa as telah membakar patung tersebut menjadi keping-kepingan dan membuangnya ke dalam lautan.
97. Berkata Musa: “Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu di dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: “Janganlah menyentuh (aku)”. Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya, dan lihatlah tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya kami akan membakarnya, kemudian kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya ke dalam laut (berupa abu yang berserakan).
Maka, kepercayaan turun-temurun umat Islam terhadap formasi batuan tersebut sangat jelas menyalahi apa yang diperkatakan di dalam kitab suci al-Quran. Ternyata kepercayaan umat Islam secara keseluruhannya selama ini tidak berfakta dan hanya mendengar cerita lisan masyarakat setempat tanpa merujuk al-Quran. Waallahualam.
Batu yang terbentuk bagaikan sapi ini dianggap sebagai sapi yang dicipta oleh Samiri.

Ciri fisik

Menurut hadits Dajal memiliki ciri fisik seperti cacat pada mata kirinya, memiliki rambut keriting dan lebat.[14] Sedangkan pendapat lain mengatakan mata kanannya yang buta.[15]Ia memiliki perawakan pendek, berkaki bengkok, rambutnya keriting, buta sebelah matanya.[16][17]
Tertulis di antara dua mata Dajal ك ف ر (Kaf-Fa-Ra artinya kafir) yang bisa dibaca oleh orang buta aksara.[18][19] Periwayat hadist lain mengatakan, ia terlihat masih muda, berbadan besar, agak kemerah-merahan. Ia seorang pemuda posturnya gemuk, kulitnya kemerah-merahan, berambut keriting, matanya sebelah kanan buta, dan matanya itu seperti buah anggur yang masak’ (tak bersinar), wajah Dajal serupa dengan Abdul Uzza bin Qathan (lelaki Quraisy dari Khuza’ah yang hidup pada zaman Jahiliyah).[20][21]
Pada saat itu pula, di antara Muhammad dan para sahabatnya, ada seseorang yang bernama Ibnu Shayyad, ia memiliki semua ciri khas Dajal. Umar bin Khattab pun bersumpah disamping Muhammad bahwa Ibnu Shayyad adalah Dajal, tetapi Muhammad tidak menjawab apapun dikarenakan ia tidak mendapatkan wahyu mengenai hal tersebut. Karena itulah Muhammad tidak menyatakan secara pasti bahwa dia adalah Dajal atau yang lainnya, dan karena itu pula ia berkata kepada ‘Umar, bahwa jika Ibnu Shayyad benar Dajal, maka 'Umar tidak akan pernah bisa membunuhnya.[22]
Sebagian sahabat sependapat dengan apa yang diungkapkan oleh ‘Umar, dan bersumpah bahwasanya Ibnu Shayyad adalah Dajal, sebagaimana diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah,[23] Ibnu ‘Umar, dan Abu Dzarr.
Kemudian Ibnu Shayyad mendengar apa yang telah dibicarakan orang-orang mengenainya, lalu dia merasa sangat terluka karenanya. Kemudian ia membela diri bahwa dia bukanlah Dajal, dan berhujjah bahwa yang dikabarkan oleh nabi tentang sifat-sifat Dajal tidak sesuai dengan keadaannya. Ibnu Shayyad mengaku bahwa ia seorang Muslimsedangkan Dajal adalah kafir, ia memiliki keturunan, sedangkan Dajal mandul, ia bisa memasuki kota Makkah dan Madinah, sedangkan Dajal tidak bisa.[24]

Biografi

Dajjal tidak disebut dalam Al Quran, tetapi terdapat dalam hadits yang menguraikan sifat-sifat Dajjal, tanda akan kedatangannya dan lain-lain. Kemudian ada pula hadits yang menjelaskan sebelum kedatangan Dajjal asli, akan datang Dajjal-Dajjal kecil sejumlah tiga puluh orang, yang kesemuanya mengaku sebagai utusan Allah, memiliki "mukjizat", dan sebagainya.

Lokasi

Menurut kisah dari Tamim ad-Dari seorang pendeta Nasrani yang sudah memeluk Islam dan menjadi sahabat nabi. Ia bercerita tentang pengalamannya tentang pelayarannya bersama tiga puluh orang laki-laki dari kabilah Lakham dan Judzam, kemudian mereka terdampar disebuah pulau. Di pulau tersebut mereka bertemu dengan makhluk berbulu lebat yang bisa berbicara, makhluk tersebut mengaku bernama al-Jassasah. Kemudian al-Jassasah itu memerintahkan Tamim beserta rombongan, untuk memasuki sebuahbiara yang di dalamnya ada seseorang bertubuh sangat tegap dan besar, kedua tanganya di belenggu ke kuduknya, antara kedua lututnya dan mata kakinya di rantai denganbesi.
Pulau tersebut dikatakan dia berada di laut Syam (laut Arab), kemudian Muhammad menjelaskan kepada para sahabatnya lebih detail lagi bahwa Dajal akan muncul dari sebelah timur.[26][27]

Kemunculan

Keluarnya Dajal merupakan tanda kiamat besar akan segara tiba, yang dimulai pada saat kaum muslimin sedang memiliki kekuatan besar dan keluarnya dia adalah untuk mengalahkan kekuatan tersebut. Sebelum Dajal keluar, manusia diuji dahulu dengan kemarau dan kelaparan, serta tidak turunnya hujan dan musnahnya pepohonan selama tiga tahun berturut-turut, hewan ternak pun menjadi mati.[28]
Menurut penjelasan hadits bahwa Dajal akan muncul dari arah timur dari negeri Persia, disebut Khurasan.[29] Ibnu Katsir berkata bahwa munculnya Dajal adalah dari Ashbahan (Isfahan) dari daerah yang disebut Yahudiyah.[30] Kemunculan Dajal baru terlihat jelas ketika ia sampai di suatu tempat antara Irak dan Syam.[31]
Dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah, disebutkan juga bahwa Dajal akan muncul di tengah-tengah pasukan Khawarij.[32]

Persinggahan

Dikatakan di dalam hadits bahwa Dajjal akan memasuki semua negeri dengan membawa kerusakan, kecuali Makkah dan Madinah.[33][34] Dikisahkan pula ia tidak bisa masuk kedalam empat masjid, yaitu Masjid al-HaramMasjid NabawyMasjid al-Aqsha dan Masjid ath-Thur.[35] Dajjal akan tinggal dibumi selama 40, tapi hari pertama sama dengan setahun, hari kedua sama dengan sebulan, hari ketiga sama dengan seminggu, dan hari lainnya sama dengan hari biasa. Kemudian Dajjal akan mendatangi daerah dataran bergaram yang bernama Marriqanah.[36]

Dakwah

Menurut seorang ulama, awal kedatangan Dajjal ia menyeru kepada umat Islam mengaku sebagai Muslim, kemudian mengaku sebagai nabi dan pada akhirnya mengaku sebagai Tuhan.[37]

Pengikut

Kemudian para pengikutnya adalah mayoritas umat Yahudi,[38][39] orang Arab[40] para wanita,[36] orang fasik,[41] kafir dan munafik,[33] rakyat jelata,[42] berbagai suku bangsa,[43]anak-anak hasil di luar pernikahan,[44] para pria yang seperti wanita dan para wanita yang seperti pria.[45]
Ada kaum yang bersahabat dengan Dajal, dan mereka mengetahui bahwa Dajjal adalah kafir, mereka hanya berharap agar mereka mendapatkan makanan dari Dajjal.[46]

Kemampuan

Dajjal diterangkan dalam hadits memiliki kelebihan-kelebihan seperti halnya mukjizat para nabi, kelebihan ini disebut dengan istidraj, yaitu sesuatu kemampuan atau kenikmatan yang diberikan oleh Allah tetapi digunakan untuk kemaksiatan. Dajal sanggup menghidupkan orang mati yang ia bunuh,[47][48] menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra, dan akan menghidupkan orang mati, memunculkan kesuburan, membawa sungai, surga dan neraka, memerintahkan langit untuk hujan maka turunlah hujan,[49] memerintahkan bumi untuk menumbuhkan maka tumbuhlah tanaman-tanaman. Dia dapat melihat dan mendengar di banyak tempat pada waktu bersamaan dan dia mempunyai keahlian untuk menipu manusia.
Menurut hadits riwayat Imam Ahmad, ia dikatakan memiliki keledai yang bisa terbang, lebar kedua telinga keledai itu 40 hasta.[50] Keledai putih itu memiliki kekuatan satu langkahnya sama dengan satu mil jaraknya. Keledai tersebut memakan api dan menghembus asap, dapat terbang di atas daratan dan menyeberangi lautan. Kecepatannya seperti awan ditiup oleh angin dan bumi berputar terasa lebih cepat ketika ia berada diangkasa.[51]
Dajjal bersama dengan para setan dari golongan jin kafir (Qarin) yang wajahnya sama persis dengan orang-orang yang telah lama meninggal seperti orang tua, saudara, atau kerabat, kemudian jin-jin itu akan menampakkan diri mereka kepada orang yang masih hidup. Kemudian para setan tersebut akan mengatakan bahwa Dajjal adalah Tuhan.[40][52][53][54]
Dengan kemampuan yang dimilikinya itu maka ia akan menyatakan dirinya adalah Tuhan dan akan menipu manusia dalam berpikir. Ia mengatakan bahwa ia telah bangun dari kematian. Salah satu orang penting akan ia bunuh dan kemudian ia akan menghidupkannya. Sesudah itu Allah akan menghidupkan apa yang ia bunuh tersebut, setelah itu ia tidak memiliki kekuatan ini lagi.
Berdasarkan sumber lain tentang akhirat yang ditulis Anwar al-Awlaki, seorang lelaki beriman akan datang dari Madinah, ia akan menemui Dajal, kemudian ia berdiri pada atas Gunung Uhud, dan dengan beraninya mengatakan bahwa Dajjal adalah Dajjal. Kemudian ia akan bertanya, "Apakah kamu percaya bahwa aku adalah Tuhan jika aku membunuhmu dan kemudian menghidupkan kamu?" Lalu Dajjal membunuh lelaki beriman tersebut, setelah itu menghidupkannya kembali, namun lelaki itu akan berkata bahwa dia semakin tidak percaya bahwa Dajjal adalah Tuhan.
Ia datang membawa beberapa unsur alam seperti air dan api,[55] (penjelasan lain ia membawa surga dan neraka)[56] sungai, dan gunung roti.[57] Kemudian ia sanggup mengeluarkan harta yang terpendam dari reruntuhan, sehingga harta tersebut mengikuti Dajjal seperti sekelompok lebah.[58]
Bedasarkan sebuah hadis yang menceritakan tentang Dajjal. Hadis tersebut menceritakan suatu hari pada musim kemarau, Dajjal akan bertanya, "Apakah kamu menginginkan api atau air?" Jika menjawab air, itu bermakna api yang diberikannya, Jika jawabannya api, ia akan memberi air. Kamu akan diberikan air jika kamu mengakui Dajal adalah Tuhan dan bila kamu murtad dari agama Allah. Apabila kamu lebih memilih api tetapi tetap berada di jalan Allah, maka kamu akan dibunuhnya.

Kematian

Menurut hadits riwayat dari Imam Muslim, Dajjal akan dibunuh oleh Isa di kota Lud (اللد al-Ludd) di pintu gerbang kota tersebut, Palestina.[59][60] Menurut Dr. Syauqi Abu Khalil dalam Athlas Hadith al-Nabawi, Lud adalah kota yang terletak di dekat Baitul Maqdis atau Elia di Palestina dekat Ramalah.
Lud merupakan salah satu kota yang berkembang di dataran Sharon, yaitu 15 km di tenggara Tel AvivIsrael, konon kota Lud dahulu menjadi tempat tinggal Suku Benyamin. Kota seluas 12.226 km per segi itu sudah muncul sejak Periode Kanaan. Temuan tembikar di daerah tersebut menunjukkan Kota Lud telah eksis sejak 5600 hingga 5250 sebelum Masehi.

Perlindungan dari Dajjal

Nabi Muhammad mengingatkan para umatnya untuk membaca dan menghafal sepuluh ayat pertama 
dari surah Al-Kahfi
1] 
sebagai perlindungan dari Dajal, dan kalau bisa berlindung di kota Madinah dan Mekkah, karena Dajal tidak akan pernah bisa masuk kota tersebut yang dijaga oleh para malaikat.
Muhammad juga mengingatkan para umatnya untuk berdoa kepada Allah untuk meminta perlindungan dari Dajal. Doanya berbunyi, “Ya, Allah aku berlindung kepadamu dari azab Jahannam, dan azab kubur, dari fitnah hidup dan setelah mati dan dari kejelekan fitnah Masih ad-Dajjal.”[62]
Kemudian Muhammad juga menekankan umatnya, jika mendengar tentang Dajal, untuk tidak mendatanginya, karena pengaruhnya sangatlah kuat.[63]

Mohon Maaf karena terlalu banyak jadi Bersambung
Tolong Lihat di Postingan Berikutnya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar